Berita suka suka
Home Sains Lampaui Amerika, China Klaim Ciptakan Peluru Kendali Cerdas

Lampaui Amerika, China Klaim Ciptakan Peluru Kendali Cerdas

JAKARTA – Ilmuwan China menyatakan mereka telah mengembangkan peluru kendali cerdas yang mampu melaju tujuh kali lebih cepat dari kecepatan suara. Karena berasal dari satelit, akurasinya sangat tinggi, dan kemampuan tambahannya adalah kemampuan mengubah arah target setelah lepas landas.

Dengan banyaknya kelebihan yang dimilikinya, peluru kendali ini pasti akan menjadi momok bagi musuh. South China Morning Post (SCMP) melaporkan rudal ini mampu melaju dengan kecepatan Mach-7. Dari segi akurasi, senjata terbaru ini mampu mengenai sasaran dengan margin of error kurang dari 15 meter.

Menurut laporan dari Rusia hari ini, Rabu (24/1/2024), kemampuan serangan presisinya mungkin membuatnya tidak efektif terhadap sasaran bergerak kecil seperti tank, namun secara teoritis cocok untuk sasaran diam seperti kapal perang atau pelabuhan.

Perkembangan teknologi militer ini, menurut SCMP, setara dengan senjata serupa yang dikembangkan di AS. Perangkat yang dimaksud diyakini mampu melaju dengan kecepatan Mach 5 dan dapat dipandu oleh sinyal satelit GPS.

Militer AS pertama kali mengusulkan konsep ini pada tahun 2011. Namun, tenggat waktu tersebut telah berakhir dan pada tahun 2021, kecil kemungkinan militer AS akan melanjutkan proyek ini.

Menurut SMP, ilmuwan China yang mengembangkan rudal Mach-7 menegaskan bahwa mereka tidak mengambil teknologi dari proyek militer Amerika.

“Kami belum menerima panduan apa pun, kami belum menerima panduan apa pun mengenai sistem navigasi peluru kendali, terutama komponen navigasi satelit,” tulis Fen Juning dari Universitas Teknik Angkatan Laut Tiongkok dalam jurnal teknik pada bulan November.

Teknologi rudal ini diharapkan dapat digunakan secara luas dalam situasi medan perang mengingat biaya produksinya yang rendah. Meski biaya produksinya rendah, rudal ini tetap memiliki kemampuan serangan presisi jarak jauh.

Ketika roket diluncurkan, ia menghasilkan medan elektromagnetik yang dapat merusak komponen elektronik seperti microchip atau antena, sehingga berpotensi merusak sistem navigasi satelit.

Ilmuwan Tiongkok mengklaim telah berhasil mengatasi masalah tersebut dengan mengembangkan antena yang memblokir sinyal elektromagnetik dan menangkap citra satelit yang relevan.

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad