Berita suka suka
Home Bisnis Top 3: Komplain Ahok Tak Bisa Kampanye

Top 3: Komplain Ahok Tak Bisa Kampanye

Yudhy Net, Jakarta – Basuki Tiahaja Purnama atau Ahok mengundurkan diri sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Pengunduran diri Ahok untuk membantu calon presiden dan wakil presiden (Capres-Cawapres) Ganjar Pranovo dan Mahfud MD dalam kampanyenya.

Namun Ahok mengeluhkan tidak ada tanggapan atau persetujuan dari Menteri BUMN Eric Thohir.

Artikel ini merupakan salah satu artikel terkait pengunduran diri Ahok yang paling banyak dibaca. Selain itu, masih ada beberapa artikel lain yang patut untuk disimak.

Selengkapnya, berikut tiga artikel terpopuler di Channel Bisnis Yudhy Net pada Sabtu 10 Februari 2024: 1. Ahok Keluhkan Tak Bisa Kampanye Staf Khusus Eric Tohir: Jangan Persulit

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulinga menegaskan Basuki Tyahaja Poornama atau Ahok bisa segera berkampanye. Dia mengatakan, kampanye bisa digelar segera setelah Ahok mengumumkan pengunduran dirinya.

Sebelumnya, Ahok mengatakan belum ada tanggapan atau konfirmasi dari Menteri BUMN Eric Tohir terkait pengunduran dirinya sebagai komisaris utama Pertamina. Menurut Ahok, hal itu menjadi kendala dirinya dalam kampanye pasangan calon presiden Ganjar Pranovo – Mahfud M.D.

Baca artikel selengkapnya di sini

Mantan petenis asal Rumania, Ion Tiriac, kini menjadi miliarder yang kekayaannya lebih besar dari gabungan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Berbeda dengan pemain seperti Rafa Nadal dan Roger Federer, penghasilan Ion Tiriac di lapangan tidak terlalu besar. Namun, setelah pensiun, prestasinya mengubah hidupnya dan kini ia menjadi miliarder.

Ion Tiryak kini berusia 84 tahun dan memiliki kekayaan bersih kurang lebih USD 2 miliar atau setara Rp 31,3 triliun. Angka tersebut berdasarkan perhitungan Forbes.

Baca artikel selengkapnya di sini

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyarankan agar pemerintah menerapkan sistem kerja yang digunakan di Jerman, yaitu 4 hari dalam 7 hari atau seminggu.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abad meyakini sistem kerja libur 3 hari diciptakan Jerman mulai 1 Februari 2024. Menurut dia, kebijakan kerja 4 hari bisa meningkatkan produktivitas pekerja.

“Mulai 2.1.2024, Jerman memperkenalkan sistem uji coba selama 4 hari kerja. Tujuannya adalah membuat pekerja lebih bahagia dan produktif,” tulis Toulouse.

Baca artikel selengkapnya di sini

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad